Mahasiswa
merupakan salah satu elemen penting dalam setiap episode sepanjang perjalanan
bangsa ini. Hal itu tentu saja beralasan mengingat bagai mana peranan mahasiswa
yang selalu menjadi aktor perubahan dalam setiap momen-momen bersejarah
perkembangan indonesia. Sejarah telah banyak mencatat mulai dari munculnya
kebangkitan nasional hingga tragedi tahun 1998, mahasiswa selalu sebagai garda
terdepan.
Beberapa tahun
belakangan ini sudah banyak tercatat bahwa sudah beberapa kali mahasiswa
menancapkan taji Intelektualitasnya secara aflikatif dalam memajukan bangsa ini
dari masa penjajahan belenda, penjajahan jepang, masa pemberontakan PKI, masa
orde lama hingga masa orde baru, peran mahasiswa tidak pernah absen dalam
catatan penting.
Begitu juga
dengan peranan mahasiswa yang berdomisili di daerah Kabupan Padang Lawas Utara
(PALUTA) yang tidak asing dengan mahasiswa di daerah-daerah lain hal ini dapat
di buktikan telah lama membentuk perkumpulan-perkumpulan mahasiswa mulai dari sebelum jauh terbentuknya
pemekaran Kabupaten Padang Lawas Utara bahwa perkumpulan mahasiswa sudah
terbentuk sejak tanggal 16 mei 1999, Kontor Sekretariad JL. Mansyur.
Universitas Sumadra Utara. Sebagai pendiri lahmudin siregar serta ketua umum
atas nama Gerakan Mahasiswa Padang Lawas. (Wawan
cara: Lahmuddin siregar tgl 27,04,2015,
21’ 15’00 WIB)
Gerakan ini
terbentuk atas pemikiran-pemikiran para intelektual muda oleh beberapa kalangan
Mahasiswa dari beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Tapanuli Selatan di
antaranya kecamatan Padang Bolak, Kecamatan Padang Lawas serta beberapa
kecamatan lainnya.Yang bertujuan supaya masyarakat ikut serta merasakan kesejahteraan pemekaran pemerintahan
Kabupaten Tapanuli selatan.
Di samping itu
perkumpulan Gerakan Mahasiswa Padang Lawas ini terus berkembang serta berkontribusi terhadap
masyarakat khususnya di daerah kecamatan, pemerintahan Kabupaten Tapanuli
Selatan, akan tetapi sesuai dengan terbentuknya UU No 37, 38 tahun 2007
tentang pemekaran daerah Padang Lawas Utara. Maka pergerakan mahasiswa
Padang Lawas mengadakan mubes (Musawarah Besar) supaya selalu dapat memberikan
kontribusi terhadap daerah pemekaran pada tahun 2008 Gerakan Mahasiswa Padang
Lawas sesua dengan hasil musawarah dan
mufakat oleh beberapa pengurus sekretariad gerakan mahasiswa padang lawas
terpisah menjadi dua yaitu Gerakan mahasiswa padang lawas yang di ketua i oleh
Ansor harahap dan gerakan mahasiswa padang lawas utara di ketua i M. Ali Nazit
hasibuan sesuai daerah asal masing-masing mahasiswa yang pemekaran pada tahun
2007. (Wawan cara: gusti putra hajoran siregar
27, 04, 2015, 20’00 WIB)
Maka setelah berdirinya gerakan mahasiswa padang lawas utara pada
masa periode tahun 2008 – 2010 sebagai ketua umum M. Ali Nazid Hasibuan dengan
sekretaris Gusti Putra Hajoran Siregar, seiring dengan berjalannya masa
kepemimpinan pada tahun 2009 ketua umum M. Ali Nazid Hasibuan membuat
pernyataan surat pengunduran diri terhadap seluruh sekretariad di karenakan beliau
berperan aktif dalam hal lain maupun pemerintahan.
Lalu pergerakan mahasiswa gema paluta yang perdana dalam hal pemilu
jujur di daerah kabupaten padang lawas utara masih di anggap aneh oleh
masyarakat bahkan di jadikan sebagai ajeng tontonan karena aksi ‘demontrasi’
sebagian masyarakat belum tahu apa makna dan tujuan menyapaikan aspirasi
terhadap pemerintahan daerah.
gerakan mahasiswa padang lawas utara selain dari pada tujuan utama dalam kesejahteraan rakyat juga memiliki visi agar rakyat merasakan arti pemekaran baik dalam sosial, ekonomi, maupun politik di derah pemekaran pemerintahan kabupaten padang lawas utara.
