ARTIKEL
Minimnya
Nilai Kesopanan
Menipisnya
morah para masyarakat dan jelas-jelas dapat kita lihat bersama bahwa tidak
adanya lagi kesopanan baik di bidang bahasa maupun cara berpakaian di tingkat
remaja maupun di tingkat dewasa dengan ini dapat kita membukktikan bawah dalam
tatacara berpakaian terutama di tingkat dewasa ini yang mana banyak para orang
tua tidak memiliki rasa malu di muka umum menampak-nampakkan sebahagian aurat’nya
yang salah satunya melepaskan rambutnya lalu mondar mandir di depan orang
banyak tidak mempedulikan sapa orang yang melihat ia yang begitu melepaskan
sebagian auratnya.
Konon lagi di
dalam kalangan remaja yang tidak mempedulikan siapa saja lalu ia dengan
lantangnya dengan rasa percaya diri memakai pakaian celana setengah potong baik
ia di depan orang tuanya sendiri maupn di dalam lingkungan sekitar dan bahkan
pakaian seperti ini ia lebih bangga dari pada pakaian-pakaian yang menenutup
auratnya yang paling anehnya lagi bahwa menampakan sebagian dari auratnya
sendiri ia merasakan itu sebagian dari seni dan bahkan apaabila ia tidak
melakukan itu ia bagaikan merasa kekurangan kesempurnaan dalam berpakaian.
Inilah yang
menjadi salah satu dampak modernisasi yang menyerap sampai ke tingkat dewasa
kini yang bukan lain lagi yang menjadi sasaran utamanya para kalangan remaja,
yang akan mempengaruhi etika dan moral sehingga membawa kita dalam kehanyutan
nilai-nilai kesopanan di dalam masyrakat yang saat ini
Yang harus
dapat kita pikirkan bagaimana cara menyikapi masalah yang seperti ini karna
apabila ini terus dapat di biarkan maka ini sangat diragukan dalam perkembangan
masyakat yang lebih menghancurkan masa depan terutama dalam generasi-generasi
selanjutnya.
Kalaulah kita
melihat ke belakang seperti apa cara berpakaian yang sebelumnya di dalam para
orang-orang dewasa ini salah satunya seperti orang tua dahulunya ia hanya berani melepaskan kerudung maupun menampakan rambutnya
hanya di dalam rumah saja. Itupun melihat situasi dan kondisi maupun kiadaan di
dalam rumah itu sendiri. Dan pakaiannya juga sangat jarang di temukan yang
berpakaian lejing meskipun ada lejing dahulunya itu hanya dapat di gunakan
pakaian di dalam sarung saja.
Perubahan ini
sangatlah bersangkut paud dengan perilaku-perilaku yang kurang memuaskan yang
sehingga kurangnya keharmonisan di dalam suatu kekeluargaan itu sendiri yang
menjadi bahan contoh di dalam perilaku-perilaku yang kurang memuaskan seperti
adap seorang anak terhadap orangtua begitu juga adap sesama anggota keluarga.
Apalagi dampak
teknologi dalam penyalah gunaan yang mengakibatkan banyak nya perilaku-perilaku
yang tidak di inginkan terjadi di masyarakat yang madani begitu jaga yang saat
ini dapat kita rasakan yang kadang kala membuat kita kuranya keperhatian
terhadap anggota keluarga yang pada akhirnya terjerumus dalam lingkungan yang
kurang baik.
Padahal apabila
kita melihat dalam perkembangan seorang anak bahwa pendidikan sangat berperan dalam
perkembangan seorang anak maupun angggota keluarga seperti pendididkan
informal. Bahwa pendidikan di dalam rumah tangga maupun kluarga itu sangat
mempengaruhi moral maupun karakter anggota keluarga. Lalu apabila sikap seorang
pemimpin dalam rumah tangga itu jauh dari nilai-nilai moral maupun etika maka
tidaklah jauh sikap didalam generasinya sendiri seperti kata dalam pepatah
tidaklah jauh kelapa jatuh dari
batangnya.
Maka sesuai
dengan penjelasan di atas orang tua maupun kepala rumah tangga sangatlah di
tuntun memberikan peran yang baik terhadap anggota keluarga sesuai denga tata
cara dalam masyrakat madani dalam menghadapi perkembangan di era globalisasi
ini agar tentunya para generasi-generasi kita kedepannya mampu menyongsong
persainga-persaingan secara intelektual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar