Bismillahi rohmanirohim
dengan penuh kesadaran dalam berpikiran maka saya akan
mengoreskan sedikit tentang saya di masa-masa yang sudah berlalu dengan rasa ke
ikhlasan dan ketulusan inilah yang akan saya goreskan yang mana tau dapat
bermakna serta bermampaat bagi seorang pembaca nantinya,
dimasa pengaguran selam 1 tahun yang aku alami setelah
selesai di masa SMA dimana pada saat ini sangat mengesan kan bagiku karna pada
saat ini aku dapat terpengaruh oleh lingkuanganku sendiri akibat kurang nya
perhatian orang tua terhadap anak nya, aktipitas yang dapat aku lalui dari pagi
sampai malam harinya bertukar dan berlalu, tiba saatnya di pagi hari aku dapat
membantu orang tua yang di mana salah satunya mata pencaharian oarang tua saya
menderes sampai sianga hari setalah menderes orang tua melanjutkan pekerjaan
sehari-harinya untuk memenuhi napkah tuk anak-anak nya .
tetapi konon aku yang telah ikut membantu oarang tua hanya
menderes saja lalu menghabiskan masa
muda ku dengan kawan-kawan sejawat yang ada di area lingkunganku sendiri, pada
saat ini aku sudah terjerumus dalam lingkungan yang kurang baik akibat pergaunlan-pergaulan
yang begitu bebas sehingga yang
merasakan ketidak puasan akan biaya atau jajan sehari-hari yang selalu kurang
dari pemberian orang tua sehingga membuatku ingin meniggalkan kampuang halaman
sementara pada saaat itu ada kawan yang selalu mendokma-dokma pikiran untuk mandiri pada hal
aku sebelum itu belumpernah hidup lepas dari penaggungan orang tua, lalu dengan
itu rasa keheban yang aku gengga
akhirnya aku coba tuk kasih tau kepada orang tua perempuan bahwa aku ber
keinginan pergi tuk merantau dengan harapan mampu memperbaiki hidupku
kedepannya, semetara orang tua pada saat itu tidak lah membiarkan kepergianku,
tapi dengan hati keras yang aku rasakan akhirnya aku mengatakan apapun ceritanya
aku bakalan pergi meninggalkan kampung ini, maka orang tuapun yang tak sanggup
tuk melarang lagi terhadap anak nya sehingga orang tua menanyakan kemana tujuan kepergian anak nya. Sehingga panjang
cerita mengenai kepergian a ini, lalu tiba
menjelang malam nya baru aku
menyapakan kepada semua keluarga bahwa aku akan pergi.
Dengan waktu yang relatip singkat tadi dengan rasa terburu
untuk kepergian ku yang tak ada persiapan sehingga tas sebagai tempat baju yang
aku bawah itu adalah pelastik assoi yang warna hitam, lalu dengan sendirinya
menuju loket batang pane baru yang berpusat di gunugtua dengan waktu yang
menunjukkan jam 09 00 wib.
Lalu aku berangkat berbarengan dengan salah satu kawan yang
melanjutkan studinya di STMIK medan, pada saat di dalam bus mulai lah rasa
berat meninggalkan kampung halaman itu terasa, apalagi mengenai ijin maupum
restu dari orang tua yang tidak
membolehkan kepergian q ini sebenarnya kesedihan yang aku alami pada saat ini
sangatlah sedih bahkan mau sempat meneteskan air mata atas kepergin yang aku
inggini pada saat ini.
Lalu tibanya aku di kota perantauan ku yaitu kota medan
selama tiga hari aku yang mondar mandir tuk mencari pekerjaan itu lalu dengan
prustasi yang aku alammi tuk mendapat pekerjaan itu yang sehingga aku di ajak
kawan tuk mengenal linggkungan bebas di kota berayan ini, lalu apalah hasil
yang aku peroleh setelah itu pas di malam harinya pada pukul 02 30 wib setelah
pulang nya dari salah satu kedei penjualan miras dengan suasana oblosan lalu
kimi kecelakan di simpang kayu putih, penderitaan begitu lengkap yang aku alami padahal
pekerjan belum dapat di tambah lagi jatu dari kereta, Memang ini semua akibat
ulah ku sendiri.
Setelah itu di siang harinya mulai lah aku berusaha dengan
kawan-kawan tuk menjatuhkan surat lamaran ke beberapa pabrik yang membutuhkan
tenaga kerja di sekitar kota berayan ini lalu tak luput juga mecari
jaringan-jaringan kepada oarang-oarang yang ada di sekitar mengenai
pekerjaan-pekerjaan yang sedang membutuhkan karyawan pada saat ini pekerjaan tidak pilih bulu yang
penting dapat pekerjaan.
Lalu siang harinya aku dapat panggilan dari suatu perusahaan
di gudang kacang garuda untuk melakun interviunya ke amplas wah” padahal sudah
menipis interviunya juga jauh lagi gara-gara gak ada ongkos naik angkot selama
3 hari tuk interviu sehingga gak jadi di datangi.
Lalu dua hari emudianya
dapat panggin lagi dari perusahaan pabrik kain, lalu kami yang ada empat
oarang yang dua anak kulliahan yang dua lagi benar-benar tujuannya tuk mencari
pekerjaan, lalu kami menjalani interviu di pabrik kain ini hari pertama nya
kami itu sama-sama memiliki rasa semangat tuk kerja karna di pangginnya kami
itu di suruh pakaian rapi make baju kemeja tambah sepatunya, padahal sampai di
sana kami di buat jadi keliling servis di perusahaan itu dengan situasi yang
tak bisa di terima kawan-kawan yang kulliah itu sehingga hari keduanya kami
tinggal dua orang lagi kerjanya sama seperti itu sampai hari ke empat tanggal
aku sendiri padahal kalau aku sudah tanam kan perinsip sebelum dapat pekerjaan
yang lain belum mau aku untuk meninggalkan pekerjaan yang begitu sederhana ini,
tapi dengan rasa tidak bosan tuk menanyakan lowongan-lowongan yang terhadap tetangga yang ada sekitar kos-kosan
ku pada saat itu.
Lalu akhirnya aku di tawarkan kerja di bangunan yang di
harapkan gaji 55.000/ harinya di luar
lembur 10.000/ jam yang jam kerjaan yang harus di penuhi mulai dari jam 8 pagi
sampai jam 5 sore di luar dari itu di anggap lembur, lalu saya dapat bertahan
selama 2 minggu pada saat ini aku bersama satu orang kawan dari kampungku yang
datang khusus mengadu nasib ke kota orang lalu setelah dua minggu berlalu kami
pun mendapat pekerjaan baru di pabrik plastik yang manual lalu kami beranggapan
kami mendapatkan pekerjaan yang lebih layak padal tidak setelah kami mulai
kerja di pabri plastik ini yang sekali dua
minggu di beri upah kami hanya hanya dapat bertahan selama dua minggu penyebabnya
kurangnya gaji yang akan kami peroleh dalam kebutuhan sehari-hari karna kami
dapat di beri gaji hanya sebesar Rp35.000/ harinya sementara pengeluaran yang
harus kami keluarkan perbulannya Rp 250.000 sebagai uang kos di tambah lagi
Rp5000/hari sebagai sambal belum lagi beli beras permiggunya yang sekitar Rp
50.000 itu beru kebutuhan yang harus aku penuhi belum lagi di hitung mengenai
uang roko yang tidak memungkin untuk mencuppinya.
Dan selain itu alhamdulilh
di akhir pekan kerjadi pabrik plasti ini aku dapat panggilan dari PT.
NUTRI JERUK lalu di sinilah kami terpisah dengan sikawan yang tadi datang ke
medan tuk mengadu nasib ia mendapatkan pekerjaan sebagai sampam di salah satu
gallon KIM I dengan rasa pisah kerja dengan sikawan ini juga muncul
kesedihan-kesedihan yang aku alami di mana aku berpikir hidup di lingkungan
yang tak ada satupun orang sebagai tempat tuk mengadu.
Sedemikian waktu yang aku lalui d rantau orang tetapi aku
hidup bebas tiada melarang dan membuat aku termotipasi akan mandiri dan mampu
menghindari atas godaan yang datang dari lingkuangan ku saat itu. Dan di
perusahaan inilah aku terahir kerja kalau tidak salah kurang lebig dari 3 bulan
yang memperoleh gaji sebesar
Rp1.500.000 di luar jam lembur yang aku lalui tapi sayangnya setelah tukar -tukar pikiran dengan kawan-kawan
kerja bahwa ada yang sudah kerja selam tiga tahun masih tetap dalam kiadaan
harlep (harian lepas) inilah salah satunya membuat ku rasa kecewa karna
berhubung semenjak kerja di pabri nutri jeruk ini pernah suatu kejadian yang
mengecewan kan di mana salah satu harlep tertipah roda sorong pengakut pelet yang hampir ibu
jari kakinya terputus lalu di abaikan oleh perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar