Kamis, 25 Desember 2014

PAHIT & MANISNYA HIDUP INI

Bismillahi rohmanirohim
dengan penuh kesadaran dalam berpikiran maka saya akan mengoreskan sedikit tentang saya di masa-masa yang sudah berlalu dengan rasa ke ikhlasan dan ketulusan inilah yang akan saya goreskan yang mana tau dapat bermakna serta bermampaat bagi seorang pembaca nantinya,
dimasa pengaguran selam 1 tahun yang aku alami setelah selesai di masa SMA dimana pada saat ini sangat mengesan kan bagiku karna pada saat ini aku dapat terpengaruh oleh lingkuanganku sendiri akibat kurang nya perhatian orang tua terhadap anak nya, aktipitas yang dapat aku lalui dari pagi sampai malam harinya bertukar dan berlalu, tiba saatnya di pagi hari aku dapat membantu orang tua yang di mana salah satunya mata pencaharian oarang tua saya menderes sampai sianga hari setalah menderes orang tua melanjutkan pekerjaan sehari-harinya untuk memenuhi napkah tuk anak-anak nya .
tetapi konon aku yang telah ikut membantu oarang tua hanya menderes saja  lalu menghabiskan masa muda ku dengan kawan-kawan sejawat yang ada di area lingkunganku sendiri, pada saat ini aku sudah terjerumus dalam lingkungan yang kurang baik akibat pergaunlan-pergaulan yang begitu bebas  sehingga yang merasakan ketidak puasan akan biaya atau jajan sehari-hari yang selalu kurang dari pemberian orang tua sehingga membuatku ingin meniggalkan kampuang halaman
sementara pada saaat itu ada kawan yang selalu  mendokma-dokma pikiran untuk mandiri pada hal aku sebelum itu belumpernah hidup lepas dari penaggungan orang tua, lalu dengan itu rasa keheban yang  aku gengga akhirnya aku coba tuk kasih tau kepada orang tua perempuan bahwa aku ber keinginan pergi tuk merantau dengan harapan mampu memperbaiki hidupku kedepannya, semetara orang tua pada saat itu tidak lah membiarkan kepergianku, tapi dengan hati keras yang aku rasakan akhirnya aku mengatakan apapun ceritanya aku bakalan pergi meninggalkan kampung ini, maka orang tuapun yang tak sanggup tuk melarang lagi terhadap anak nya sehingga orang tua menanyakan kemana  tujuan kepergian anak nya. Sehingga panjang cerita mengenai kepergian a ini, lalu tiba  menjelang  malam nya baru aku menyapakan kepada semua keluarga bahwa aku akan pergi.
Dengan waktu yang relatip singkat tadi dengan rasa terburu untuk kepergian ku yang tak ada persiapan sehingga tas sebagai tempat baju yang aku bawah itu adalah pelastik assoi yang warna hitam, lalu dengan sendirinya menuju loket batang pane baru yang berpusat di gunugtua dengan waktu yang menunjukkan jam 09 00 wib.
Lalu aku berangkat berbarengan dengan salah satu kawan yang melanjutkan studinya di STMIK medan, pada saat di dalam bus mulai lah rasa berat meninggalkan kampung halaman itu terasa, apalagi mengenai ijin maupum restu  dari orang tua yang tidak membolehkan kepergian q ini sebenarnya kesedihan yang aku alami pada saat ini sangatlah sedih bahkan mau sempat meneteskan air mata atas kepergin yang aku inggini pada saat ini.
Lalu tibanya aku di kota perantauan ku yaitu kota medan selama tiga hari aku yang mondar mandir tuk mencari pekerjaan itu lalu dengan prustasi yang aku alammi tuk mendapat pekerjaan itu yang sehingga aku di ajak kawan tuk mengenal linggkungan bebas di kota berayan ini, lalu apalah hasil yang aku peroleh setelah itu pas di malam harinya pada pukul 02 30 wib setelah pulang nya dari salah satu kedei penjualan miras dengan suasana oblosan lalu kimi kecelakan di simpang kayu putih,  penderitaan begitu lengkap yang aku alami padahal pekerjan belum dapat di tambah lagi jatu dari kereta, Memang ini semua akibat ulah ku sendiri.
Setelah itu di siang harinya mulai lah aku berusaha dengan kawan-kawan tuk menjatuhkan surat lamaran ke beberapa pabrik yang membutuhkan tenaga kerja di sekitar kota berayan ini lalu tak luput juga mecari jaringan-jaringan kepada oarang-oarang yang ada di sekitar mengenai pekerjaan-pekerjaan yang sedang membutuhkan karyawan  pada saat ini pekerjaan tidak pilih bulu yang penting dapat pekerjaan.
Lalu siang harinya aku dapat panggilan dari suatu perusahaan di gudang kacang garuda untuk melakun interviunya ke amplas wah” padahal sudah menipis interviunya juga jauh lagi gara-gara gak ada ongkos naik angkot selama 3 hari tuk interviu sehingga gak jadi di datangi.
Lalu dua hari emudianya  dapat panggin lagi dari perusahaan pabrik kain, lalu kami yang ada empat oarang yang dua anak kulliahan yang dua lagi benar-benar tujuannya tuk mencari pekerjaan, lalu kami menjalani interviu di pabrik kain ini hari pertama nya kami itu sama-sama memiliki rasa semangat tuk kerja karna di pangginnya kami itu di suruh pakaian rapi make baju kemeja tambah sepatunya, padahal sampai di sana kami di buat jadi keliling servis di perusahaan itu dengan situasi yang tak bisa di terima kawan-kawan yang kulliah itu sehingga hari keduanya kami tinggal dua orang lagi kerjanya sama seperti itu sampai hari ke empat tanggal aku sendiri padahal kalau aku sudah tanam kan perinsip sebelum dapat pekerjaan yang lain belum mau aku untuk meninggalkan pekerjaan yang begitu sederhana ini, tapi dengan rasa tidak bosan tuk menanyakan lowongan-lowongan yang  terhadap tetangga yang ada sekitar kos-kosan ku pada saat itu.
Lalu akhirnya aku di tawarkan kerja di bangunan yang di harapkan gaji 55.000/ harinya  di luar lembur 10.000/ jam yang jam kerjaan yang harus di penuhi mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore di luar dari itu di anggap lembur, lalu saya dapat bertahan selama 2 minggu pada saat ini aku bersama satu orang kawan dari kampungku yang datang khusus mengadu nasib ke kota orang lalu setelah dua minggu berlalu kami pun mendapat pekerjaan baru di pabrik plastik yang manual lalu kami beranggapan kami mendapatkan pekerjaan yang lebih layak padal tidak setelah kami mulai kerja di pabri plastik ini yang sekali dua  minggu di beri upah kami hanya hanya dapat bertahan selama dua minggu penyebabnya kurangnya gaji yang akan kami peroleh dalam kebutuhan sehari-hari karna kami dapat di beri gaji hanya sebesar Rp35.000/ harinya sementara pengeluaran yang harus kami keluarkan perbulannya Rp 250.000 sebagai uang kos di tambah lagi Rp5000/hari sebagai sambal belum lagi beli beras permiggunya yang sekitar Rp 50.000 itu beru kebutuhan yang harus aku penuhi belum lagi di hitung mengenai uang roko yang tidak memungkin untuk mencuppinya.
Dan selain itu alhamdulilh  di akhir pekan kerjadi pabrik plasti ini aku dapat panggilan dari PT. NUTRI JERUK lalu di sinilah kami terpisah dengan sikawan yang tadi datang ke medan tuk mengadu nasib ia mendapatkan pekerjaan sebagai sampam di salah satu gallon KIM I dengan rasa pisah kerja dengan sikawan ini juga muncul kesedihan-kesedihan yang aku alami di mana aku berpikir hidup di lingkungan yang tak ada satupun orang sebagai tempat tuk mengadu.

Sedemikian waktu yang aku lalui d rantau orang tetapi aku hidup bebas tiada melarang dan membuat aku termotipasi akan mandiri dan mampu menghindari atas godaan yang datang dari lingkuangan ku saat itu. Dan di perusahaan inilah aku terahir kerja kalau tidak salah kurang lebig dari 3 bulan yang memperoleh gaji sebesar    Rp1.500.000 di luar jam lembur yang aku lalui tapi sayangnya  setelah tukar -tukar pikiran dengan kawan-kawan kerja bahwa ada yang sudah kerja selam tiga tahun masih tetap dalam kiadaan harlep (harian lepas) inilah salah satunya membuat ku rasa kecewa karna berhubung semenjak kerja di pabri nutri jeruk ini pernah suatu kejadian yang mengecewan kan di mana salah satu harlep tertipah  roda sorong pengakut pelet yang hampir ibu jari kakinya terputus lalu di abaikan oleh perusahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar