PASAL
Perjalanan Awal Mengikuti Organisasi Intra Kampus
Awal mulanya aku di ajak untuk
datang berkunjung ke kosnya lalu iapun sudah memberikabar sama kawan lain yang
mau mau ikut dalam tim kita lalu kami sama-sama datang ke kosnya dengan kawan
yang lain tadi, setelah kami sampe kekosnya rupanya padasaat itu ia Cuma
sendiri di kosnya lalu kami puraa-pura tidak tahu kenapa kami di panggil tuk datang
ke sini (ke kos)
Iapun menghimbau kepada kami agar kami dapat
mempertahankan jabatan/ kedududkan sebagai ketua BEM/MPM di kampus STKIP yang
kita cintai ini, lalu masukan ini sangatlah menyenakan
bagi saya karna selama ini saya juga kepengen cuman tak ada yang mau
membimbing/ memberikan solusi bagi saya agar saya dapat mengikuti organisasi
ini.
Dengan kesempatan ini ia rupanya mengajak kami
sebagai calon dari partainya sebagai ketua BEM/MPM nya lalu padasaat itu saya
di tawarkan sebagai ketua BEM lalu saya sempat berpikir sebentar karena bagi
saya seorang ketua BEM itu bukanlah hal
yang muda karena itu mengemban amanah yang cukup besar, rupanya iapun sadar
akan melihat muka saya setelah di tunjuk sebagai ketua lalu akhirnya ia menunjuk saya sebagai wakil ketua BEM.
”padahal saya berminat duduk sebagai ketua MPM tetapi melihat situasi si
kawan yang sudah di unjuk sebagai ketua MPM tentunya saya segan tuk mengatakan
bahwa saya itu kepengennya di MPM lagi pula si kawan ini yang di unjuk sebagai
ketua MPM sebagai senioran saya di prodi sejarah”
Tetapi hal yang menganehkan bagi
saya pada saat pertemuan pertama ini sampai pertemuan kedua saya belum tau yang mana orangnya yang akan
calon sebagai ketua BEM itu karena saya sebagai waikl jelas penasaran donk”
melihat nya.
Lalu semakin lama kami yang berbincang-bincang itu tak lama kemudian
saya menayakkan mengenai berkasnya yang sebagai persiapan kami untuk bermain
dalam kompetisi berpolitik, lalu ia
dapat tuk memperlihatkan semua berkasnya kepada kami yang begitu memadai dan ia
juga mencoba menjelaskan kenapa kami di suruh tuk mempertahankan jabatan karena
melihat idealisya orang-oarang padangsidempuan
apa bila meraka sempat memimpin organisasi intra kampus kemungkinan besar orang-orang yang datang
dari daerah lain tidak akan di pedulikan
lagi
ssmelihat
persayaratan berkas kiranya persyaratan ini mencukupi tuk mendirikan partai
baru untuk memperkuat calon-calon yang akan kita ajukan ini, hal ini muncul ide
yang sangat baggus bagi kami bersama lalu kami meminta kepada seniaor sebagai
sahabat agar dapat mengerjakan logo partai barunya, iapun berkata akan
mengusahakan semaksimal mungakin tuk
menegeerjakan nya. Lalu di padasaat menjelang pendaftaran partai uda mulai
berakhir partai baru ini sudah saya ketua i yaitu Partai Mahasiwa Damai dan
partai ini lah partai yang pertama memasukkan berkasnya ke KPR untuk ikut dalam
laga perpolitikan nah’ hal yang palaing aneh lagi dalam hal ini partai lama
kami itu belummuncul padal 2 hari lagi dah menjelang berahirnya pendaptaran
pertai padahal seminggu sebelumnya saya sudah menyakan kepada ketua partai lama
kapan berkas partai lama itu sendi masuk/di daftarkan ke KPR lalu acu tak acu atas
pertanyaan saya itu. Dan hari semakain hari waktu pun yang terus berputar untuk
menjelang berkompetisi dalam berpolitik pada saat dipagi hari tuk berahirnya pendaftaran partai
yang di tentuka oleh KPR saya sempat hadir di kontor pendaftaran KPR tuk melihat
partai-partai apa saja yang menjadi reyval
say dalam kompotisi berpilitik. Saya dapat melihat hanya ada 3 partai
politik saja yang mendaftar yaitu Partai Mahasiswa Damai, partai restorasi
mahasiwa, partai mawar,. Dan saya tik melihat berkas PIM Partai Ideologi
Mahasiswa. Lalu saya beranggapan partai lama(PIM) ini tidak ikut lagi dalaam
ber laga politik, semetara saya pada saaat itu sudah siap dalam menghadapi
pertarungan politik atau berpesta demokrasi dalam kampus.
Lalu
apapun cerita saya tetap mempertahankan partai baru ini (PMD) dan padasaat itu
saya sudah sempat menjalin hubungan denga partai-partai yang mau naik dalam
kompetisi bahkan sudah sempat merencanakan tk berkualisi dalam menagujukan
kandidat kami. Dan saat hari terahir ini juga saya sudah merencanakan
menandatangani surat berkoalisi dengan partai lain yaitu partai restorasi
mahasiwa lalu di siangan harinya perencana ini saya batalkan.
Disinilah
saya dapat menyadari bahwa perencanaan itu hanya manusia dapat tuk membuatnya
tetapi alllah lah yang dapat tuk menagabulkan nya. Mungki pembaca masih
penasaran denagan apa yang terjadi kenapa perencanaan berkoalisi itu tadai bisa
tuk di batalkan dan disi saya akan mencoba menjeaskan kan nya kembali.
Setelah
menjelang hari terahir pendaftaran yang di tentukan oleh KPR di siang harinya
barulah berkas partai lama kami tadinya baru masuk kepihak KPR hal ini lah yang
membuat saya membatalkan perjanjian berkoalisi dengan pertai lain. Pada saat
itu saya sempat membantah kepada ketua partai (PIM) saudara rijal allamah yang sempat memaksa
saya tuk menandatangngani surat perjanjia yang berisi bahwa semua berkas yang
di miliki partai mahasiswa damai adalah
milik partai ideologi mahasiswa dengan sekali gus yang menjanjikan PIM
denganPMD berkoalisi