Kamis, 25 Desember 2014

MASA LALUKU


PASAL
Perjalanan Awal Mengikuti Organisasi  Intra Kampus 
Awal mulanya aku di ajak untuk datang berkunjung ke kosnya lalu iapun sudah memberikabar sama kawan lain yang mau mau ikut dalam tim kita lalu kami sama-sama datang ke kosnya dengan kawan yang lain tadi, setelah kami sampe kekosnya rupanya padasaat itu ia Cuma sendiri di kosnya lalu kami puraa-pura tidak tahu kenapa kami di panggil tuk datang ke sini (ke kos)
Iapun  menghimbau kepada kami agar kami dapat mempertahankan jabatan/ kedududkan sebagai ketua BEM/MPM di kampus STKIP yang kita cintai ini, lalu masukan ini sangatlah menyenakan bagi saya karna selama ini saya juga kepengen cuman tak ada yang mau membimbing/ memberikan solusi bagi saya agar saya dapat mengikuti organisasi ini.
 Dengan kesempatan ini ia rupanya mengajak kami sebagai calon dari partainya sebagai ketua BEM/MPM nya lalu padasaat itu saya di tawarkan sebagai ketua BEM lalu saya sempat berpikir sebentar karena bagi saya seorang ketua BEM  itu bukanlah hal yang muda karena itu mengemban amanah yang cukup besar, rupanya iapun sadar akan melihat muka saya setelah di tunjuk sebagai ketua lalu akhirnya ia  menunjuk saya sebagai wakil ketua BEM.
  ”padahal saya berminat duduk sebagai ketua MPM tetapi melihat situasi si kawan yang sudah di unjuk sebagai ketua MPM tentunya saya segan tuk mengatakan bahwa saya itu kepengennya di MPM lagi pula si kawan ini yang di unjuk sebagai ketua MPM sebagai senioran saya di prodi sejarah”
Tetapi hal yang menganehkan bagi saya pada saat pertemuan pertama ini sampai pertemuan kedua  saya belum tau yang mana orangnya yang akan calon sebagai ketua BEM itu karena saya sebagai waikl jelas penasaran donk” melihat nya.
  Lalu semakin lama kami yang berbincang-bincang itu tak lama kemudian saya menayakkan mengenai berkasnya yang sebagai persiapan kami untuk bermain dalam kompetisi berpolitik,   lalu ia dapat tuk memperlihatkan semua berkasnya kepada kami yang begitu memadai dan ia juga mencoba menjelaskan kenapa kami di suruh tuk mempertahankan jabatan karena melihat idealisya orang-oarang padangsidempuan  apa bila meraka sempat memimpin organisasi intra kampus  kemungkinan besar orang-orang yang datang dari daerah lain tidak akan  di pedulikan lagi
ssmelihat persayaratan berkas kiranya persyaratan ini mencukupi tuk mendirikan partai baru untuk memperkuat calon-calon yang akan kita ajukan ini, hal ini muncul ide yang sangat baggus bagi kami bersama lalu kami meminta kepada seniaor sebagai sahabat agar dapat mengerjakan logo partai barunya, iapun berkata akan mengusahakan semaksimal mungakin  tuk menegeerjakan nya. Lalu di padasaat menjelang pendaftaran partai uda mulai berakhir partai baru ini sudah saya ketua i yaitu Partai Mahasiwa Damai dan partai ini lah partai yang pertama memasukkan berkasnya ke KPR untuk ikut dalam laga perpolitikan nah’ hal yang palaing aneh lagi dalam hal ini partai lama kami itu belummuncul padal 2 hari lagi dah menjelang berahirnya pendaptaran pertai padahal seminggu sebelumnya saya sudah menyakan kepada ketua partai lama kapan berkas partai lama itu sendi masuk/di daftarkan ke KPR lalu acu tak acu atas pertanyaan saya itu. Dan hari semakain hari waktu pun yang terus berputar untuk menjelang berkompetisi dalam berpolitik pada saat  dipagi hari tuk berahirnya pendaftaran partai yang di tentuka oleh KPR saya sempat hadir di kontor pendaftaran KPR tuk melihat partai-partai apa saja yang menjadi reyval  say dalam kompotisi berpilitik. Saya dapat melihat hanya ada 3 partai politik saja yang mendaftar yaitu Partai Mahasiswa Damai, partai restorasi mahasiwa, partai mawar,. Dan saya tik melihat berkas PIM Partai Ideologi Mahasiswa. Lalu saya beranggapan partai lama(PIM) ini tidak ikut lagi dalaam ber laga politik, semetara saya pada saaat itu sudah siap dalam menghadapi pertarungan politik atau berpesta demokrasi dalam kampus.
Lalu apapun cerita saya tetap mempertahankan partai baru ini (PMD) dan padasaat itu saya sudah sempat menjalin hubungan denga partai-partai yang mau naik dalam kompetisi bahkan sudah sempat merencanakan tk berkualisi dalam menagujukan kandidat kami. Dan saat hari terahir ini juga saya sudah merencanakan menandatangani surat berkoalisi dengan partai lain yaitu partai restorasi mahasiwa lalu di siangan harinya perencana ini saya batalkan.
Disinilah saya dapat menyadari bahwa perencanaan itu hanya manusia dapat tuk membuatnya tetapi alllah lah yang dapat tuk menagabulkan nya. Mungki pembaca masih penasaran denagan apa yang terjadi kenapa perencanaan berkoalisi itu tadai bisa tuk di batalkan dan disi saya akan mencoba menjeaskan kan nya kembali.
Setelah menjelang hari terahir pendaftaran yang di tentukan oleh KPR di siang harinya barulah berkas partai lama kami tadinya baru masuk kepihak KPR hal ini lah yang membuat saya membatalkan perjanjian berkoalisi dengan pertai lain. Pada saat itu saya sempat membantah kepada ketua partai (PIM)  saudara rijal allamah yang sempat memaksa saya tuk menandatangngani surat perjanjia yang berisi bahwa semua berkas yang di  miliki partai mahasiswa damai adalah milik partai ideologi mahasiswa dengan sekali gus yang menjanjikan PIM denganPMD berkoalisi


PAHIT & MANISNYA HIDUP INI

Bismillahi rohmanirohim
dengan penuh kesadaran dalam berpikiran maka saya akan mengoreskan sedikit tentang saya di masa-masa yang sudah berlalu dengan rasa ke ikhlasan dan ketulusan inilah yang akan saya goreskan yang mana tau dapat bermakna serta bermampaat bagi seorang pembaca nantinya,
dimasa pengaguran selam 1 tahun yang aku alami setelah selesai di masa SMA dimana pada saat ini sangat mengesan kan bagiku karna pada saat ini aku dapat terpengaruh oleh lingkuanganku sendiri akibat kurang nya perhatian orang tua terhadap anak nya, aktipitas yang dapat aku lalui dari pagi sampai malam harinya bertukar dan berlalu, tiba saatnya di pagi hari aku dapat membantu orang tua yang di mana salah satunya mata pencaharian oarang tua saya menderes sampai sianga hari setalah menderes orang tua melanjutkan pekerjaan sehari-harinya untuk memenuhi napkah tuk anak-anak nya .
tetapi konon aku yang telah ikut membantu oarang tua hanya menderes saja  lalu menghabiskan masa muda ku dengan kawan-kawan sejawat yang ada di area lingkunganku sendiri, pada saat ini aku sudah terjerumus dalam lingkungan yang kurang baik akibat pergaunlan-pergaulan yang begitu bebas  sehingga yang merasakan ketidak puasan akan biaya atau jajan sehari-hari yang selalu kurang dari pemberian orang tua sehingga membuatku ingin meniggalkan kampuang halaman
sementara pada saaat itu ada kawan yang selalu  mendokma-dokma pikiran untuk mandiri pada hal aku sebelum itu belumpernah hidup lepas dari penaggungan orang tua, lalu dengan itu rasa keheban yang  aku gengga akhirnya aku coba tuk kasih tau kepada orang tua perempuan bahwa aku ber keinginan pergi tuk merantau dengan harapan mampu memperbaiki hidupku kedepannya, semetara orang tua pada saat itu tidak lah membiarkan kepergianku, tapi dengan hati keras yang aku rasakan akhirnya aku mengatakan apapun ceritanya aku bakalan pergi meninggalkan kampung ini, maka orang tuapun yang tak sanggup tuk melarang lagi terhadap anak nya sehingga orang tua menanyakan kemana  tujuan kepergian anak nya. Sehingga panjang cerita mengenai kepergian a ini, lalu tiba  menjelang  malam nya baru aku menyapakan kepada semua keluarga bahwa aku akan pergi.
Dengan waktu yang relatip singkat tadi dengan rasa terburu untuk kepergian ku yang tak ada persiapan sehingga tas sebagai tempat baju yang aku bawah itu adalah pelastik assoi yang warna hitam, lalu dengan sendirinya menuju loket batang pane baru yang berpusat di gunugtua dengan waktu yang menunjukkan jam 09 00 wib.
Lalu aku berangkat berbarengan dengan salah satu kawan yang melanjutkan studinya di STMIK medan, pada saat di dalam bus mulai lah rasa berat meninggalkan kampung halaman itu terasa, apalagi mengenai ijin maupum restu  dari orang tua yang tidak membolehkan kepergian q ini sebenarnya kesedihan yang aku alami pada saat ini sangatlah sedih bahkan mau sempat meneteskan air mata atas kepergin yang aku inggini pada saat ini.
Lalu tibanya aku di kota perantauan ku yaitu kota medan selama tiga hari aku yang mondar mandir tuk mencari pekerjaan itu lalu dengan prustasi yang aku alammi tuk mendapat pekerjaan itu yang sehingga aku di ajak kawan tuk mengenal linggkungan bebas di kota berayan ini, lalu apalah hasil yang aku peroleh setelah itu pas di malam harinya pada pukul 02 30 wib setelah pulang nya dari salah satu kedei penjualan miras dengan suasana oblosan lalu kimi kecelakan di simpang kayu putih,  penderitaan begitu lengkap yang aku alami padahal pekerjan belum dapat di tambah lagi jatu dari kereta, Memang ini semua akibat ulah ku sendiri.
Setelah itu di siang harinya mulai lah aku berusaha dengan kawan-kawan tuk menjatuhkan surat lamaran ke beberapa pabrik yang membutuhkan tenaga kerja di sekitar kota berayan ini lalu tak luput juga mecari jaringan-jaringan kepada oarang-oarang yang ada di sekitar mengenai pekerjaan-pekerjaan yang sedang membutuhkan karyawan  pada saat ini pekerjaan tidak pilih bulu yang penting dapat pekerjaan.
Lalu siang harinya aku dapat panggilan dari suatu perusahaan di gudang kacang garuda untuk melakun interviunya ke amplas wah” padahal sudah menipis interviunya juga jauh lagi gara-gara gak ada ongkos naik angkot selama 3 hari tuk interviu sehingga gak jadi di datangi.
Lalu dua hari emudianya  dapat panggin lagi dari perusahaan pabrik kain, lalu kami yang ada empat oarang yang dua anak kulliahan yang dua lagi benar-benar tujuannya tuk mencari pekerjaan, lalu kami menjalani interviu di pabrik kain ini hari pertama nya kami itu sama-sama memiliki rasa semangat tuk kerja karna di pangginnya kami itu di suruh pakaian rapi make baju kemeja tambah sepatunya, padahal sampai di sana kami di buat jadi keliling servis di perusahaan itu dengan situasi yang tak bisa di terima kawan-kawan yang kulliah itu sehingga hari keduanya kami tinggal dua orang lagi kerjanya sama seperti itu sampai hari ke empat tanggal aku sendiri padahal kalau aku sudah tanam kan perinsip sebelum dapat pekerjaan yang lain belum mau aku untuk meninggalkan pekerjaan yang begitu sederhana ini, tapi dengan rasa tidak bosan tuk menanyakan lowongan-lowongan yang  terhadap tetangga yang ada sekitar kos-kosan ku pada saat itu.
Lalu akhirnya aku di tawarkan kerja di bangunan yang di harapkan gaji 55.000/ harinya  di luar lembur 10.000/ jam yang jam kerjaan yang harus di penuhi mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore di luar dari itu di anggap lembur, lalu saya dapat bertahan selama 2 minggu pada saat ini aku bersama satu orang kawan dari kampungku yang datang khusus mengadu nasib ke kota orang lalu setelah dua minggu berlalu kami pun mendapat pekerjaan baru di pabrik plastik yang manual lalu kami beranggapan kami mendapatkan pekerjaan yang lebih layak padal tidak setelah kami mulai kerja di pabri plastik ini yang sekali dua  minggu di beri upah kami hanya hanya dapat bertahan selama dua minggu penyebabnya kurangnya gaji yang akan kami peroleh dalam kebutuhan sehari-hari karna kami dapat di beri gaji hanya sebesar Rp35.000/ harinya sementara pengeluaran yang harus kami keluarkan perbulannya Rp 250.000 sebagai uang kos di tambah lagi Rp5000/hari sebagai sambal belum lagi beli beras permiggunya yang sekitar Rp 50.000 itu beru kebutuhan yang harus aku penuhi belum lagi di hitung mengenai uang roko yang tidak memungkin untuk mencuppinya.
Dan selain itu alhamdulilh  di akhir pekan kerjadi pabrik plasti ini aku dapat panggilan dari PT. NUTRI JERUK lalu di sinilah kami terpisah dengan sikawan yang tadi datang ke medan tuk mengadu nasib ia mendapatkan pekerjaan sebagai sampam di salah satu gallon KIM I dengan rasa pisah kerja dengan sikawan ini juga muncul kesedihan-kesedihan yang aku alami di mana aku berpikir hidup di lingkungan yang tak ada satupun orang sebagai tempat tuk mengadu.

Sedemikian waktu yang aku lalui d rantau orang tetapi aku hidup bebas tiada melarang dan membuat aku termotipasi akan mandiri dan mampu menghindari atas godaan yang datang dari lingkuangan ku saat itu. Dan di perusahaan inilah aku terahir kerja kalau tidak salah kurang lebig dari 3 bulan yang memperoleh gaji sebesar    Rp1.500.000 di luar jam lembur yang aku lalui tapi sayangnya  setelah tukar -tukar pikiran dengan kawan-kawan kerja bahwa ada yang sudah kerja selam tiga tahun masih tetap dalam kiadaan harlep (harian lepas) inilah salah satunya membuat ku rasa kecewa karna berhubung semenjak kerja di pabri nutri jeruk ini pernah suatu kejadian yang mengecewan kan di mana salah satu harlep tertipah  roda sorong pengakut pelet yang hampir ibu jari kakinya terputus lalu di abaikan oleh perusahaan