Kamis, 23 Maret 2017

KEPAL SELALU TANGANMU WAHAI SARJANA MUDA




Sarjana adalah suatu modal yang akan mampu mempasilitasi alampikiran yang berdasarkan pengetahuan yang sebelumnya di tempah dalam naungan akademika, dalam penggapaian itu bukan lah hal yang mudah bagi  saya, karna proses yang  akan di lalui memakan waktu yang cukup tapi di dalamnya waktu itu adanya pelaksanaan maupun implementasi  tuk menggapai semua itu, meski perjuang mu, perjuangku, dan perjuangannya .
selalu berbeda-beda dalam penggapaian nya dan bahkan kita sering  merasah jenuh,!!!  Merasa bosan,!!!  Melewati Dinamika-Dinamika yang berbasis Akademik, namun   kita yang selalu yang tak pernah berputus asah agar kita sampai ke arah yang kita tujuh yaitu adalah SARJANA , setelah kita mampu melewatinya dengan  rasa yang membanggakan dan hasil yang cukup memuaskan. Namun disinilah yang akan membuat kita sangat sering kelalaian dengan rasa bangga dan puas akan perjuangan.
Bahkan dalam hal ini sering kita tidak mampu menyadari bahwa selesainya perjuangan akademik itu bukanlah akhir dari perjuangan melainkan awal untuk kita berjuang sebagai mana kita mampu melaksanakan suatu proses yang selama ini kita di tempah oleh ilmu pengetahuan,
ketika kita lalai dalam aktualisasi pengetahuan itu maka kita akan terasa jenuh oleh rintangan awal untuk menggapai sejuta mimpi yang telah pernah melintas di dalam benak pikiran, Nah,,!!! Mari lah sobat  kita sama saling untuk mengingatkan demi menopang dalam pengapaian sebuah perjuangan yang telah kita jadikan sebagai cita-cita tuk menghadapai dalam hidup yang nyata.
Jangan pernah ragukan lagi perjuanganmu wahai sarjana muda karena memang itu adalah  yang diembankan kepadamu berdasarkan ilmu pengetahuan serta kemampuan yang kamu miliki, karena telah realita dalam kehidupan di balik jenuh adanya kesemangatan dan di baliknya sedih adanya kebahagian, sama halnya dengan sebuah perjuangan pasti nantinya adanya yang akan menjanjikan. Untuk itu para sahabatku bangkit selalulah dengan semangat juangmu  demi tergapainya mimpi indahmu,,,
“Menyatukan Do’a yang Berbeda”
An, Abadi Harahap