Untuk Apa Di Persulit,,,!!!!
Di saat aku mulai menginjakkan kaki
di perguruan tinggi yang belum tau apa makna
dan fungsi seorang mahasiswa itu,
ajan tetapi sesuai dengan perkembagan yang aku lalui serta yang sudah di alami,
dimana rasa nasionalisme mlai tertanam dalam benak jiwa dn fikiran atas
pengetahuan yang dapat di transper maupun berupa dogma-dogma yang di salurkan
dalam prose pembelajaran oleh dosen serta teman selingkunga.
Lalu di suatu saat saya
berkeinginan untuk ikut menjadi pengurus
suatu organisasi intra dalam kampus dan sesuai dengan salah satu persaratan
yang sistim aturan/undang-undang nya yang dapat di sepakati oleh Komisi
Pemilihan Raya (KPR) dalam kampus yaitu mulai dari smester 4-6. Dan
alhamdulillah saat itu saya duduk di smester empat (4) lalu saya mencoba untuk mencalonkan diri
menjadi Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan alhamdulillah saya mendapatkan
mandat dari hasil dari turnamen Demograsi mahasiwa dalam menyuarakan pihannya
agar dapat menduduki kursi maupun mandat
dari mahasiswa menjadi Wakil Ketua II Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM)
Akan tetapi saya pernah terpikir apa
yang sudah dapat aku perbuat sebagai kontribusi atas mandat yang telah di
berikan mahasiwa terhadap pribadiku sendiri, sayapu dapat menyadari bahwa sekecil
debupun belum dapat aku berikan kebaikan itu terhadap seluruh mahasiswa dalam
kampus padahal hati kecil ini tidak pernah bohong bahwa ingin memberikan
sedikit kebaikan kepada seluruh mahasiwa akan tetapi semua nyatanya tidak dapat
terrealisasi karna lemahnya Struktural keorganisasian serta kurangnya hubungan
dengan elemen-elemen mahasiwa vioner.
Setelah hari demi hari yang berlalu
bukanlah perubahan, kebaikan, kenyamanan yang di rasakan Mahasiwa melainkan
rasa kekecewaan, padahal di saat sebelum
mandat itu di emban/diduduki seribu misi yang di sampaikan oleh Eksekutif
koalisi pertai terhadap seluruh mahasiwa dengan penyampaian penuh dengan
harapan sehingga kampus dalam benak pikiran mahasiwa di setiap detik akan ada
pertumbuhan di setiap jam akan ada perubahan serta di setaip hari akan ada tinkatan
yang di rasakan oleh mahasiwa.
Setelah menjalani ini semua rasa
penyesalanpun mulai tumbuh akibat tidak adanya kenyataan itu semua belum lagi
melihat elemen-elemn kampus yang berbuat sesuka-suanya khusunya dosen yang
begitu selalu ingin memberikan penekanan dari delapan arah mata angin kepada
mahasiswa sehingga semua ini yang menjadi pemicu yang pertama tidak dapatnya
terrealisasi keinginan mahasiswa.
Saya berkeyakinan semua ini nanti membawa dampak yang buruk
dari mahasiswa terhadap masyarakat bahwa tidak adanya lagi saling kepercayaan
lalu atas mandat mahasiswa bukan lagi agen perubahan/agen penganalisa melainkan
bahwa penilaian masyarakat mahasiswa sebagai matapencarian akibat
perilaku-perilaku dosen yang mencerminkan suatu keburukan di karenakan sipat
penekanan terhadap mahasiwa.