Jumat, 06 Maret 2015

Untuk Apa di Persulit,,,!!!!!

Untuk Apa Di Persulit,,,!!!!

Di saat aku mulai menginjakkan kaki di perguruan tinggi yang belum tau apa makna  dan fungsi seorang mahasiswa  itu, ajan tetapi sesuai dengan perkembagan yang aku lalui serta yang sudah di alami, dimana rasa nasionalisme mlai tertanam dalam benak jiwa dn fikiran atas pengetahuan yang dapat di transper maupun berupa dogma-dogma yang di salurkan dalam prose pembelajaran oleh dosen serta teman selingkunga.
Lalu di suatu saat saya berkeinginan  untuk ikut menjadi pengurus suatu organisasi intra dalam kampus dan sesuai dengan salah satu persaratan yang sistim aturan/undang-undang nya yang dapat di sepakati oleh Komisi Pemilihan Raya (KPR) dalam kampus yaitu mulai dari smester 4-6. Dan alhamdulillah saat itu saya duduk di smester empat (4)  lalu saya mencoba untuk mencalonkan diri menjadi Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan alhamdulillah saya mendapatkan mandat dari hasil dari turnamen Demograsi mahasiwa dalam menyuarakan pihannya agar dapat menduduki  kursi maupun mandat dari mahasiswa menjadi Wakil Ketua II Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM)
Akan tetapi saya pernah terpikir apa yang sudah dapat aku perbuat sebagai kontribusi atas mandat yang telah di berikan mahasiwa terhadap pribadiku sendiri, sayapu dapat menyadari bahwa sekecil debupun belum dapat aku berikan kebaikan itu terhadap seluruh mahasiswa dalam kampus padahal hati kecil ini tidak pernah bohong bahwa ingin memberikan sedikit kebaikan kepada seluruh mahasiwa akan tetapi semua nyatanya tidak dapat terrealisasi karna lemahnya Struktural keorganisasian serta kurangnya hubungan dengan elemen-elemen mahasiwa vioner.
Setelah hari demi hari yang berlalu bukanlah perubahan, kebaikan, kenyamanan yang di rasakan Mahasiwa melainkan rasa kekecewaan, padahal  di saat sebelum mandat itu di emban/diduduki seribu misi yang di sampaikan oleh Eksekutif koalisi pertai terhadap seluruh mahasiwa dengan penyampaian penuh dengan harapan sehingga kampus dalam benak pikiran mahasiwa di setiap detik akan ada pertumbuhan di setiap jam akan ada perubahan serta di setaip hari akan ada tinkatan yang di rasakan oleh mahasiwa.
Setelah menjalani ini semua rasa penyesalanpun mulai tumbuh akibat tidak adanya kenyataan itu semua belum lagi melihat elemen-elemn kampus yang berbuat sesuka-suanya khusunya dosen yang begitu selalu ingin memberikan penekanan dari delapan arah mata angin kepada mahasiswa sehingga semua ini yang menjadi pemicu yang pertama tidak dapatnya terrealisasi keinginan mahasiswa.

Saya berkeyakinan  semua ini nanti membawa dampak yang buruk dari mahasiswa terhadap masyarakat bahwa tidak adanya lagi saling kepercayaan lalu atas mandat mahasiswa bukan lagi agen perubahan/agen penganalisa melainkan bahwa penilaian masyarakat mahasiswa sebagai matapencarian akibat perilaku-perilaku dosen yang mencerminkan suatu keburukan di karenakan sipat penekanan terhadap mahasiwa.